Diskusi Kebangsaan di Panga: Satukan Komitmen Merawat Kedamaian Dalam Bingkai NKRI Menuju Aceh Meusyuhu Yang Bersyari’ah

Calang — Suasana penuh kekeluargaan terlihat jelas saat Diskusi Kebangsaan digelar pada Kamis, 20 November 2025, di Aula Kantor Camat Panga, Aceh Jaya. Kegiatan ini mempertemukan unsur Muspika, para Keuchik, Mukim, tokoh pemuda, tokoh agama, serta anggota KPA dalam satu ruang dialog untuk merawat kedamaian dalam bingkai NKRI menuju Aceh meusyuhu yang bersyari’ah.

Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini dihadiri sekitar 30 peserta, termasuk Badan Kesbangpol Aceh Jaya, Camat Panga, Kapolsek Panga, Danramil Panga (diwakili), serta tokoh masyarakat setempat.

Mewakili Badan Kesbangpol Aceh Jaya, Lukman Hakim, S.H. menyampaikan pentingnya memperkuat nilai-nilai kebangsaan untuk menjaga harmoni antarsuku dan antarmasyarakat.

“Kedamaian Aceh adalah tanggung jawab kita bersama. Semua suku bangsa di Indonesia adalah saudara. Tidak boleh ada perbedaan yang membuat kita saling berjauhan,” ujar Lukman dalam materinya.
“Bijaklah dalam bermedia sosial. Hoaks adalah ancaman nyata yang bisa memecah belah kita jika tidak disikapi dengan cerdas.”

Camat Panga turut menegaskan bahwa persatuan dan keamanan wilayah berangkat dari kuatnya hubungan masyarakat di tingkat gampong.

“Panga ini rumah kita bersama. Bila di desa terjadi kekompakan dan komunikasi yang baik, maka insya Allah wilayah kita tetap damai,” ungkapnya.
“Diskusi seperti ini penting untuk kita duduk bersama, saling memahami, dan saling menguatkan.”

Kapolsek Panga dalam kesempatan itu menyampaikan komitmen Polri untuk terus melakukan pendekatan humanis kepada para tokoh dan masyarakat guna mencegah potensi gangguan kamtibmas.

“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai petugas, tetapi sebagai sahabat masyarakat. Bhabinkamtibmas akan terus melakukan dialog, mendengarkan keluhan, dan menjaga kedamaian bersama masyarakat,” tegas Kapolsek.
“Dengan kebersamaan, kita bisa memastikan Panga tetap aman dan Aceh Jaya menjadi contoh daerah yang sejuk dan bersyari’ah.”

Tokoh agama yang hadir juga memberikan pandangan bahwa menjaga kedamaian adalah bagian dari nilai-nilai ajaran Islam.

“Syariat tidak hanya soal hukum, tetapi juga akhlak dan kedamaian. Bila hati kita damai, maka masyarakat pun akan damai,” ujar salah satu tokoh agama Panga.
“Mari jaga silaturahmi, jauhi prasangka, dan perkuat ukhuwah.”

Perwakilan anggota KPA Kecamatan Panga menyampaikan komitmen mereka untuk turut menjaga perdamaian dan mendukung program pemerintah.

“Dulu kita mengalami masa sulit. Sekarang sudah damai, dan kedamaian ini harus kita wariskan kepada anak-anak kita. Kami siap bekerja sama dengan pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat komunikasi dan menjaga persatuan. Polsek Panga menegaskan bahwa bhabinkamtibmas akan terus melakukan pendekatan kepada Keuchik, Mukim, tokoh pemuda, tokoh agama, dan anggota KPA sebagai bagian dari upaya merawat kedamaian menuju Aceh meusyuhu yang bersyari’ah.

Diskusi ini kembali menegaskan satu pesan penting: kedamaian Aceh bukan hanya hasil perjuangan masa lalu, tetapi amanah untuk dijaga dari generasi ke generasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *